AMBON,PMN.COM : Pemprov Maluku Gandeng OJK perkuat inklusi dan stabilitas keuangan daerah di wilayah kepulauan
Pemerintah Provinsi Maluku bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi meningkatkan literasi, inklusi, dan stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah kepulauan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Ambon, Maluku, Senin (25/05/2026) mengatakan kolaborasi antara Pemprov Maluku dan OJK menjadi penting di tengah tantangan geografis daerah kepulauan yang membutuhkan perluasan akses layanan keuangan, khususnya berbasis digital.
“Kami menantikan sinergi yang kuat antara OJK dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan serta menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di Bumi Raja-Raja ini,” kata Vanath saat menghadiri serah terima jabatan Kepala OJK Provinsi Maluku di Ambon.
Pada kesempatan itu, Kepala OJK Maluku Andi Muhammad Yusuf digantikan Kepala OJK Maluku yang baru, Haramain Billady.
Pergantian tugas ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah terpencil.
Berkaitan dengan hal itu, kata Wagub, kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan masih menjadi tantangan dalam pemerataan layanan keuangan digital.
“Tantangan geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan menjadikan akses layanan keuangan digital sebagai tantangan sekaligus peluang besar,” katanya.
Pemprov Maluku, lanjut dia, juga tengah mempersiapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah terpencil.
Karena itu, dukungan OJK diperlukan untuk mempercepat inklusi dan digitalisasi layanan keuangan.
Selain perluasan akses layanan, dirinya juga menekankan pentingnya penguatan struktur permodalan dan tata kelola lembaga jasa keuangan guna menjaga stabilitas sektor perbankan secara berkelanjutan.
“Penguatan struktur permodalan serta penerapan tata kelola yang baik merupakan fondasi yang krusial dalam meningkatkan daya saing lembaga keuangan daerah, sehingga mampu berperan optimal dalam mendorong pertumbuhan dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), pemerintah kabupaten/kota, hingga pimpinan lembaga jasa keuangan untuk memperkuat kolaborasi bersama OJK Maluku.
“Sinergi yang terbangun hendaknya menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan ekosistem keuangan yang tangguh, inklusif, serta mampu menjangkau seluruh wilayah kepulauan,” ujar dia. (PMN-01)









