Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi Negeri Kawa Angkat Wisata Budaya SBB

banner 468x60

KAWA,PMN.COM : Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi di Negeri Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali digelar meriah pada Rabu (5/8/2026) dengan menghadirkan dulang kuliner sepanjang 135 meter sebagai ikon utama perayaan.

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya dan kearifan lokal, tetapi juga mengangkat potensi wisata budaya serta kuliner daerah melalui keterlibatan masyarakat dan pelaku UMKM.

Prosesi diawali dengan ritual Buka Sasi yang dipimpin tokoh adat melalui doa bersama sebagai penanda dibukanya kembali kawasan sasi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Buka Sasi Ikan dan Tradisi Mandi Safar yang dimaknai sebagai ungkapan syukur, penyucian diri, serta doa memohon keselamatan dan keberkahan.

Kehadiran tiga kelompok UMKM kuliner yang memamerkan makanan khas Negeri Kawa turut memperkuat daya tarik wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi kami harapkan dapat ditetapkan sebagai agenda wisata budaya tahunan Kabupaten Seram Bagian Barat. Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar kegiatan ini dapat dikemas lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Penjabat Kepala Desa Kawa, Abuhaer Kilwou.

Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Asri Arman, menegaskan bahwa Tradisi Mandi Safar dan Buka Sasi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai spiritual, pelestarian lingkungan, serta penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan. Menurutnya, tradisi tersebut harus terus dijaga sekaligus dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Tradisi ini harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda. Selain menjaga nilai budaya, kegiatan ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya Kabupaten Seram Bagian Barat,” kata Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat, Asri Arman.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat Abdul Rauf Latulumahina, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara pelestarian adat, konservasi laut, wisata kuliner, dan pemberdayaan UMKM mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun sektor pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Seram Bagian Barat.(PMN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *