Marthinus Hukom Menguat dalam Bursa Calon Kapolri, Dinilai Punya Rekam Jejak dan Integritas Teruji

banner 468x60

AMBON,PMN.COM : Nama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN),Marthinus Hukom, semakin menguat dalam bursa calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pengganti Listyo Sigit Prabowo. Perwira tinggi Polri asal Maluku tersebut dinilai memiliki kombinasi pengalaman lapangan, integritas, serta kapasitas akademik yang menjadikannya salah satu figur paling layak memimpin Korps Bhayangkara pada periode mendatang.Penilaian itu disampaikan praktisi hukum asal Maluku,Ronny Samloy,kepada wartawan di Ambon, Jumat (19/6/2026).

Menurut Samloy, perjalanan karier Marthinus Hukom menunjukkan kualitas kepemimpinan yang teruji dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan nasional. Mulai dari penanganan terorisme hingga pemberantasan jaringan narkotika internasional, Marthinus dinilai memiliki pengalaman strategis yang tidak dimiliki banyak perwira tinggi Polri saat ini.

“Beliau memiliki pengalaman yang lengkap dan rekam jejak yang sangat teruji. Tentu kita menyambut baik apabila Jenderal Marthinus Hukom masuk dalam pertimbangan Presiden sebagai calon Kapolri,” katanya.

Samloy menjelaskan, peluang Marthinus masuk dalam daftar kandidat Kapolri masih terbuka lebar karena masih memenuhi ketentuan usia pensiun perwira tinggi Polri.

Sebelum dipercaya memimpin BNN, Marthinus pernah menjabat sebagai Wakil Kepala dan kemudian Kepala Densus 88 Antiteror, satuan elite Polri yang menjadi garda terdepan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

Pengalaman tersebut dinilai membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

“Beliau bukan sosok yang muncul karena faktor kedekatan atau popularitas. Marthinus Hukom ditempa melalui penugasan-penugasan berat yang membutuhkan keberanian, kecerdasan, dan integritas tinggi.Rekam jejak beliau berbicara lebih keras daripada pencitraan,” pungkasnya.

Selain pengalaman operasional, Marthinus juga dinilai memiliki kapasitas intelektual yang kuat. Baru-baru ini ia menyelesaikan studi doktoralnya di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dengan kajian yang berfokus pada filsafat terorisme.

Menurutnya, kombinasi antara pengalaman lapangan dan kemampuan akademik menjadi modal penting untuk memimpin Polri di tengah tantangan yang semakin kompleks, mulai dari kejahatan transnasional, perkembangan teknologi digital, hingga tuntutan peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Polri membutuhkan pemimpin yang memahami tantangan masa depan sekaligus memiliki pengalaman menghadapi ancaman nyata. saya melihat kualitas itu ada pada Jenderal Marthinus Hukom. Pengalaman, integritas, dan kapasitas intelektual yang dimilikinya menjadi modal besar untuk membawa Polri semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujarnya (PMN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *