AMBON,PMN.COM : Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon diwakili kepala bidang Lalu Lintas Laut (Kabid Lala) Iyan Ashari membuka Sosialisasi Digitalisasi TKBM Yosudarso Ambon yang berlangsung di Hotel Amaris,Jumat (18) 09/2026)
Ia juga mendorong percepatan transformasi digital di sektor kepelabuhanan melalui pembukaan sosialisasi aplikasi Dermaga Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
Kegiatan tersebut di hadiri Sekjen Induk Koperasi TKBM Pelabuhan (Inkop) Victoria Wewo, dan Tim dari Pusat, Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM kota Ambon Nova Tupamahu, Kapolsek Nusaniwe Iptu Rudy Ahab dan toko Agama
Sebanyak 60 orang tenaga TKBM Yosudarso Ambo yang terdiri dari mandor dan tenaga TKBM lainnya berlangsung selama satu hari
Kepala bidang Lalu Lintas Laut (Kabid Lala) KSOP Kelas I Ambon Iyan Ashari dalam sambutannya mengatakan,kegiatan inj menjadi bagian dari upaya memodernisasi tata kelola Koperasi TKBM, sekaligus meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Ambon.
Tenaga kerja bongkar muat memiliki posisi strategis dalam menjaga kelancaran arus logistik di pelabuhan. Aktivitas bongkar muat kapal tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan TKBM.
Karena itu, pembaruan sistem kerja melalui pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan pelayanan kepelabuhanan yang semakin berkembang.
“Perlu saya tegaskan bahwa kehadiran teknologi bukanlah untuk menggantikan peran manusia, melainkan untuk mempermudah pekerjaannya dan meningkatkan profesionalisme kita semua,” kata perwakilan KSOP Kelas I Ambon dalam sambutannya.
Aplikasi Dermaga TKBM dirancang untuk mendukung peralihan proses administrasi dan operasional yang sebelumnya dilakukan secara manual menuju sistem digital yang lebih terintegrasi.
Proses pengelolaan pekerjaan, mulai dari administrasi perusahaan bongkar muat (PBM), pengajuan amprah, penerbitan surat perintah kerja (SPK), hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan, diharapkan dapat terdokumentasi secara lebih tertib dan akurat, selain itu dapat mempermudah pengawasan serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan kegiatan TKBM.
Selain mendukung efisiensi operasional, sistem digital tersebut diarahkan untuk memperkuat pendataan anggota, termasuk informasi usia, sertifikasi, dan kelengkapan alat pelindung diri (APD). Aspek ini menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola tenaga kerja yang profesional, sekaligus memperhatikan keselamatan dan keamanan dalam aktivitas bongkar muat.
Sosialisasi aplikasi pun menjadi sarana penyamaan persepsi agar seluruh pemangku kepentingan memahami mekanisme penggunaan sistem secara tepat dan bertanggung jawab.
KSOP Kelas I Ambon menyatakan dukungannya terhadap inovasi yang berorientasi pada peningkatan pelayanan kepelabuhanan.
Seluruh pihak yang terlibat didorong untuk aktif mengikuti sosialisasi, memberikan masukan konstruktif, serta membangun sinergi dalam penyempurnaan dan penerapan aplikasi Dermaga TKBM.
Melalui langkah ini, digitalisasi diharapkan menjadi fondasi penguatan tata kelola Koperasi TKBM dan peningkatan mutu layanan bongkar muat di Pelabuhan Ambon, sekaligus mendukung pelayanan kepelabuhanan yang lebih modern di Maluku.
Dilokasi yang sama, Sekjen Inkop TKBM Pelabuhan, Viktoria Wewo dalam arahannya me gatakan, Induk Koperasi TKBM Pelabuhan (Inkop) menyiapkan sebuah platform digital yang ditujukan untuk mengalihkan berbagai rangkaian pelayanan yang ini dilakukan secara manual menjadi sistem berbasis aplikasi.
Langkah tersebut diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, tertib, transparan sekaligus memberikan kepastian terhadap hak-hak pekerja.
Dijelaskan, bahwa digitalisasi bukan sekadar perubahan cara kerja, melainkan bagian dari upaya membangun sistem pelayanan yang lebih baik bagi pengguna jasa maupun pekerja TKBM.
Menurutnya, implementasi aplikasi akan melibatkan berbagai pihak dalam rangkaian pekerjaan bongkar muat, termasuk perusahaan bongkar muat (PBM) dan unsur terkait lainnya.
“Hadirnya digitalisasi bagi tenaga kerja bongkar muat sebagai bentuk implementasi pelayanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa,” katanya.
Wewo menegaskan, aplikasi tersebut akan menjadi pintu awal dalam proses pelayanan, dengan rangkaian pekerjaan yang nantinya dimulai melalui pembukaan akses pada platform digital.
Seluruh proses yang selama ini menggunakan dokumen atau mekanisme manual secara bertahap akan dialihkan ke aplikasi.
Ia juga membuka ruang bagi masukan dari para pemangku kepentingan di Pelabuhan Ambon apabila terdapat fitur yang belum sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Semua rangkaian pelayanan yang selama ini sifatnya dilakukan secara manual akan kita alihkan menggunakan aplikasi,” katany.
Dikatakan, aspek penting lainnya adalah penguatan pendataan dan verifikasi anggota TKBM.
sistem digital, data pekerja beserta identitasnya dapat ditampilkan sehingga pekerja yang ditugaskan dapat diverifikasi sesuai data yang tercatat dalam aplikasi.
Sistim ini juga diarahkan untuk mencegah seseorang menggantikan pekerja lain dalam penugasan yang telah tercatat.
Selaiin itu, Wewo menyebut penerapan digitalisasi di sejumlah titik telah diarahkan agar pembayaran dapat dilakukan langsung ke rekening masing-masing anggota, meskipun ia mengakui kondisi kepemilikan rekening pekerja masih menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan.
Penerapan sistem baru tersebut juga menuntut kesiapan seluruh pihak, termasuk perusahaan bongkar muat, koperasi, pekerja dan unsur terkait di pelabuhan. Wewo menyebut pihaknya akan melakukan pemaparan fitur sekaligus praktik penggunaan aplikasi agar para pengguna memahami mekanisme kerja platform.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi akan menjadi arah kerja ke depan, termasuk pengurangan penggunaan surat atau dokumen manual. “Suka tidak suka, ke depan kita akan jalan dengan aplikasi ini. Semuanya digital, dan yang pasti menjamin hak-hak para pekerja,” katanya.
Dalam penerapannya, persoalan teknis seperti koneksi internet juga menjadi perhatian. Karena itu, proses sosialisasi dan diskusi dengan para pemangku kepentingan menjadi penting untuk memastikan aplikasi dapat berjalan sesuai kondisi operasional Pelabuhan Ambon. Inkop menekankan bahwa platform tersebut masih terbuka untuk penyempurnaan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Dukungan seluruh pihak menjadi faktor penting agar digitalisasi TKBM tidak berhenti pada penggunaan aplikasi, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan dalam tata kelola pelayanan, pendataan tenaga kerja, penugasan, hingga mekanisme pembayaran yang lebih tertib.
Kabid Dinas Koperasi Kota Ambon, Nova Tupamahu tmengatakan ransformasi tersebut dinilai penting untuk menjawab perkembangan sistem kerja di dunia kepelabuhanan yang semakin cepat dan membutuhkan tata kelola yang lebih efektif.
Dukungan itu disampaikan Kabid Dinas Koperasi Kota Ambon, Nova Tupamahu, dalam kegiatan sosialisasi aplikasi digitalisasi Koperasi TKBM yang dihadiri jajaran terkait. Ia menilai teknologi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola koperasi.
“Dunia kepelabuhanan ini sekarang bergerak sangat cepat. Kehadiran teknologi bukan lagi sebuah pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” katanya.
Menurutnya ,penerapan aplikasi digital dapat memberikan perubahan nyata dalam pengelolaan Koperasi TKBM, terutama pada aspek pendataan anggota, penugasan, pengawasan pekerjaan hingga pembagian kerja. Sistem tersebut juga diharapkan mampu mengurangi potensi kesalahan manusia sekaligus memperkuat keterbukaan informasi bagi anggota koperasi.
“Digitalisasi ini akan memberikan dampak yang positif dan nyata, mungkin dalam proses pendataan, penugasan dan pengawasan kerja menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih terstruktur,” ujarnya.
Nova menekankan, penerapan teknologi harus diikuti kesiapan seluruh anggota untuk memahami dan menggunakan aplikasi tersebut.
Hal ini penting agar digitalisasi tidak berhenti pada pengadaan sistem, tetapi benar-benar memberikan manfaat terhadap kejelasan hak anggota, pemerataan pembagian kerja serta perlindungan bagi tenaga kerja Koperasi TKBM.
“Kita harus belajar. Digitalisasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis untuk mengubah wajah koperasi menjadi lembaga yang akuntabel, profesional dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon, lanjut Nova, menyambut baik inovasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun koperasi yang kuat, mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Di sisi lain, keberhasilan transformasi digital tetap membutuhkan proses, pendampingan dan keseriusan anggota dalam mengoperasikan sistem.
Dengan demikian, aplikasi digital diharapkan dapat menjadi instrumen baru dalam membangun tata kelola Koperasi TKBM yang lebih modern di Pelabuhan Ambon
Selanjutnya ketua Koperasi TKBM Yos Sudarso Ambon, Rawidin B La Ode Ido S.Sos.,dalam sambutannya mengatakan
Transformasi tersebut dipandang sebagai kebutuhan untuk menyesuaikan pelayanan bongkar muat dengan perkembangan teknologi sekaligus mendorong tata kelola yang lebih mudah dan transparan.
Selain itu , Anggota DPRD aktif Kota Ambon mengatakan, digitalisasi tidak boleh dipandang sekadar sebagai penggunaan aplikasi baru. Sistem tersebut harus mampu memberikan perubahan terhadap pola pelayanan kepada pengguna jasa kepelabuhanan, termasuk dalam menciptakan proses kerja yang lebih tertata dan terbuka. Karena itu, TKBM Ambon menyatakan akan beradaptasi dengan sistem digital yang diperkenalkan melalui sosialisasi tersebut.
“Digitalisasi merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat di era sekarang ini. Suka atau tidak suka, kita harus terima dan jalankan aplikasi ini karena kami harus memperbaiki pola layanan yang lebih mudah dan transparan kepada pengguna jasa kepelabuhanan di Kota Ambon,” ketua Fraksi Partai PERINDO Kota Ambon .
Dirinya juga mengapresiasi pengurus INKOP TKBM Pelabuhan yang telah mendorong platform digitalisasi bagi koperasi TKBM di berbagai daerah. Ia menilai dukungan seluruh unsur pembina dan mitra usaha menjadi faktor penting agar implementasi digitalisasi di lingkungan TKBM Ambon dapat berjalan secara efektif.
Menurut Ketua Fraksi PERINDO, dengan sistem tersebut, pelayanan tenaga kerja bongkar muat diharapkan semakin mampu mengikuti tuntutan tata kelola pelabuhan modern.
“TKBM Pelabuhan Ambon berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dengan hadirnya aplikasi ini yang merupakan tuntutan zaman sekarang. Kami mohon dukungan dari semua pihak, terutama unsur pembina maupun para mitra usaha yang ada di Kota Ambon,” ujar Anggota DPRD dua periode.
Di sisi lain, Dirinya menegaskan modernisasi pelayanan harus berjalan beriringan dengan keselamatan kerja. Ia secara khusus mengingatkan seluruh anggota TKBM agar disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD) selama bekerja.
.
Menurutnya, enerapan teknologi tidak akan berarti apabila standar keselamatan tenaga kerja masih diabaikan. Karena itu, digitalisasi, profesionalisme, disiplin kerja, dan keselamatan harus menjadi satu kesatuan dalam peningkatan kualitas layanan bongkar muat di Pelabuhan Ambon.
“Jangan ada aplikasi, tapi APD-nya ketinggalan. Itu yang jadi masalah. Oleh sebab itu, harapan saya semua harus jalan sama, semua harus serata, sehingga semua permasalahan di daerah ini kita jalankan dengan baik,” tegas kader terbaik Perindo Kota Ambon (PMN-01)









