AMBON,PGMN.COM :Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) daerah terpencil Provinsi Maluku, Costansius Kolatfeka, mengapresiasi berbagai langkah pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru.
Menurutnya, pembenahan tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat pelaksanaan salah satu program strategis nasional, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Maluku. Pernyataan itu disampaikan di Ambon, Senin (27/7)
Bertepatan dengan tahun kedua implementasi Program MBG yang menjadi prioritas nasional periode 2025–2029.
Sebagai koordinator percepatan pembangunan dapur MBG di wilayah terpencil, Costansius menjelaskan pihaknya saat ini memfokuskan pembangunan jaringan SPPG di sedikitnya delapan kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Dari jumlah tersebut, enam daerah telah ditetapkan sebagai wilayah prioritas sehingga membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung dan kepastian regulasi teknis agar pelaksanaan program dapat segera berjalan efektif.
“Pada kesempatan ini saya sebagai salah satu penggiat yang menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Maluku mengapresiasi penuh kepemimpinan Kepala Badan Gizi Nasional dr Sudaryoni .
Kami melihat berbagai langkah pembenahan tata kelola yang dilakukan dan berharap program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya Maluku,” katanya
Ia menjelaskan, masyarakat di berbagai wilayah terpencil hingga kawasan perbatasan Maluku dengan Timor Leste dan Australia terus menantikan realisasi Program MBG. Menurutnya, keterlambatan implementasi di lapangan bukan disebabkan kurangnya kesiapan daerah, melainkan masih menunggu kepastian aturan teknis pasca proses pembenahan di lingkungan BGN.
Kondisi tersebut juga membuat sejumlah investor dan pelaksana pembangunan dapur MBG memilih menunda pelaksanaan proyek hingga regulasi diterbitkan.
“Kami meminta agar aturan-aturan teknis serta sistem tata kelola segera disosialisasikan kepada seluruh pelaksana di daerah sehingga menjadi pedoman bagi kami untuk mempercepat pembangunan dapur MBG dan pelayanan kepada masyarakat. Kalau program ini berjalan optimal, saya yakin angka stunting dan kasus gizi buruk di daerah-daerah terpencil dapat ditekan. Masyarakat sangat membutuhkan program ini karena manfaatnya akan langsung dirasakan oleh kelompok penerima manfaat,”ucapnya.
Costansius menambahkan, koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota di Maluku terus dilakukan, termasuk terkait usulan titik-titik lokasi penerima manfaat yang kini menunggu proses evaluasi pemerintah pusat.
Ia optimistis pembenahan tata kelola di bawah kepemimpinan baru BGN akan mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis, sehingga pembangunan dapur MBG dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi, penurunan angka stunting, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan Maluku. (PMN-01)









