Jelang Lebaran, Bandara Pattimura Ambon Perkuat Keamanan dan Pelayanan

banner 468x60

AMBON, PMN. COM : Menjelang periode angkutan mudik Lebaran 2026, manajemen Bandara Internasional Pattimura memperkuat kesiapan operasional dengan menitikberatkan pada aspek keamanan, keselamatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada penumpang.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pergerakan penumpang yang biasanya meningkat signifikan menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri. Kesiapan ini mencakup penguatan sistem operasional, fasilitas bandara, hingga peningkatan kualitas pelayanan sumber daya manusia.

General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan penguatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pengelola bandara dalam memastikan seluruh proses pelayanan berjalan lancar dan aman selama periode angkutan Lebaran.

“Dalam mendukung kelancaran operasional angkutan Lebaran, kami menitikberatkan penguatan pada aspek safety, security, service, dan compliance melalui pendekatan yang prediktif, preventif, serta responsif terhadap berbagai potensi dinamika operasional,” kata General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, saat diwawancarai wartawan di Ambon, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa pendekatan prediktif dilakukan dengan memetakan berbagai potensi peningkatan aktivitas penumpang maupun risiko operasional sejak dini, sehingga pengelola bandara dapat menyiapkan langkah antisipatif secara tepat.
Sementara itu, pendekatan preventif diwujudkan melalui peningkatan kesiapan fasilitas, penguatan sistem pengawasan keamanan, serta koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan bandara, termasuk maskapai penerbangan dan instansi terkait.

Selain kesiapan infrastruktur dan sistem operasional, manajemen bandara juga menaruh perhatian besar pada kualitas pelayanan sumber daya manusia, khususnya para petugas yang berinteraksi langsung dengan penumpang.

“Keberhasilan pelayanan di bandara juga sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan dari seluruh insan bandara, khususnya para petugas frontliner yang berinteraksi langsung dengan penumpang,” ujar Johan.

Menurutnya, pengalaman penumpang di bandara tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik yang tersedia, tetapi juga oleh sikap dan pelayanan yang diberikan oleh petugas kepada pengguna jasa.

“Senyum yang tulus, sikap ramah, kemampuan memberikan informasi dengan jelas, serta kepedulian terhadap kebutuhan penumpang merupakan hal-hal sederhana yang memberikan dampak besar terhadap pengalaman pelanggan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pelayanan bandara harus dibangun dengan pola pikir customer-centric, yaitu menempatkan pengguna jasa sebagai pusat dari setiap keputusan dan tindakan pelayanan yang dilakukan oleh pengelola bandara.

Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan standar pelayanan yang telah diakui secara internasional melalui program Airports Council International dalam skema Airport Service Quality (ASQ).

Melalui program tersebut, Bandara Pattimura Ambon sebelumnya berhasil meraih sejumlah penghargaan, antara lain Best Airport Under 2 Million Passengers in Asia Pacific, Easiest Airport Journey in Asia Pacific, serta Cleanest Airport in Asia Pacific.
Penghargaan itu menjadi pengakuan dunia internasional terhadap kualitas pelayanan bandara di Ambon sekaligus menjadi motivasi bagi manajemen dan seluruh insan bandara untuk terus meningkatkan standar pelayanan kepada masyarakat. (PMN-02)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *