Welem Kurnala Minta Pemerintah Segera Tangani Abrasi Pesisir Dobo

banner 468x60

AMBON,PMN.COM : Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Persatuan Indonesia (Perindo), Welem Kurnala, mendesak pemerintah untuk segera melakukan penanganan cepat terhadap ancaman abrasi dan kerusakan talud di wilayah pesisir Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru. Desakan tersebut disampaikan setelah ia menerima berbagai laporan masyarakat serta temuan langsung saat melaksanakan reses di wilayah tersebut.

Permasalahan abrasi dan tingginya air pasang menjadi perhatian serius karena telah berdampak langsung terhadap kehidupan warga pesisir. Dalam sejumlah kesempatan, air laut dilaporkan telah masuk hingga ke dalam rumah warga ketika air pasang mencapai titik tertinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kerusakan bangunan dan keselamatan masyarakat.

“Kalau tidak diperhatikan, maka ke depan rumah warga bisa hancur. Saat kondisi cuaca dan air pasang cukup tinggi, air laut sudah masuk ke rumah-rumah warga di Dobo,” kata Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Perindo, Welem Kurnala, kepada media di Ambon, Senin (06/04/2026).

Menurut Welem, kondisi talud di beberapa desa di wilayah pesisir Dobo saat ini sudah mengalami kerusakan yang cukup mengkhawatirkan. Bahkan, terdapat bagian talud yang diduga telah pecah sehingga tidak lagi mampu menahan tekanan air laut, terutama saat terjadi gelombang tinggi.

“Saya minta perhatian dari pemerintah, khususnya balai sungai, untuk segera memperhatikan kondisi talud di sana. Karena di beberapa desa, talud sudah pecah sehingga air bisa masuk ke rumah warga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa jika kerusakan talud tersebut tidak segera diperbaiki, maka potensi kerugian masyarakat akan semakin besar. Beberapa rumah penduduk disebut berada dalam posisi rawan hanyut apabila perlindungan pesisir tidak segera diperkuat melalui pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur yang memadai.

“Kalau talud tidak diperhatikan dengan baik, maka beberapa rumah penduduk berpotensi hanyut. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah sebelum dampaknya semakin meluas,” kata Anggota DPRD Provinsi Maluku, Welem Kurnala.

Welem berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait dapat segera melakukan langkah-langkah mitigasi, mulai dari pengecekan kondisi talud secara menyeluruh hingga penyusunan program perbaikan jangka pendek dan jangka panjang. Menurutnya, perlindungan wilayah pesisir di Dobo harus menjadi prioritas guna menjaga keselamatan warga sekaligus menghindari kerusakan permukiman yang lebih parah di masa mendatang. (PMN-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *